Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup, kelompok referensi, persepsi risiko kesehatan, dan regulasi pemerintah terhadap keputusan pembelian rokok elektrik (vape) di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 160 responden, yang datanya dianalisis melalui Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.1.1.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat berpengaruh negatif terhadap keputusan pembelian, sedangkan kelompok referensi berpengaruh positif. Persepsi risiko kesehatan merupakan faktor paling dominan yang menekan keputusan pembelian, sementara regulasi pemerintah justru mendorong keputusan pembelian karena dipersepsikan sebagai bentuk legalitas produk. Analisis moderasi menunjukkan bahwa baik regulasi pemerintah maupun persepsi risiko kesehatan hanya signifikan dalam memperkuat atau melemahkan pengaruh kelompok referensi terhadap keputusan pembelian, tetapi tidak signifikan terhadap pengaruh gaya hidup. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi kesehatan memainkan peran kunci dalam menurunkan minat mahasiswa terhadap vape, serta pentingnya regulasi yang disertai strategi edukasi publik untuk mencegah salah tafsir terkait legalitas produk.
Copyrights © 2026