Kajian kuantitatif ini menganalisis pengaruh volatilitas laba, ukuran perusahaan, serta struktur modal terhadap nilai perusahaan di sub sektor makanan dan minuman yang tercatat di BEI periode 2022–2024. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 46 emiten dengan total 111 observasi pasca eliminasi outlier. Analisis data memanfaatkan regresi linier berganda via SPSS 25, mencakup uji statistik destriptif, uji asumsi klasik hingga pengujian hipotesis (Uji f dan t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas laba berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan struktur modal berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Secara simultan, volatilitas laba, ukuran perusahaan, dan struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan kontribusi sebesar 27,5%. Hasil penelitian ini mengisyaratkan bahwa investor pada sektor makanan dan minuman lebih mempertimbangkan efisiensi skala dan kinerja operasional dibandingkan fluktuasi laba jangka pendek maupun struktur pendanaan perusahaan.
Copyrights © 2026