Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh self efficacy terhadap kemampuan penalaran matematika peserta didik khususnya pada indikator menyusun dan menyelidiki konjektur, mengembangkan atau mengevaluasi argumen, serta memberikan contoh penyangkal dalam materi pola bilangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 30 peserta didik di SMPN daerah Lembang pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes uraian yang terdiri dari tiga pertanyaan dalam penalaran matematika dan kuesioner dengan dua puluh pernyataan. Untuk memastikan sejauh mana self efficacy memengaruhi keterampilan penalaran matematika peserta didik, metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan uji hipotesis dengan taraf signifikan 5% menunjukkan bahwa self efficacy memiliki arah hubungan positif tetapi tidak signifikan terhadap kemampuan penalaran matematika (Sig. = 0,177; R = 0,064). Artinya, self efficacy hanya memberikan kontribusi sebesar 6,4% terhadap kemampuan penalaran matematika peserta didik. Hasil temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain di luar self efficacy lebih dominan dalam memengaruhi kemampuan penalaran matematis peserta didik.
Copyrights © 2025