Perusahaan food and beverage di Indonesia mengalami dinamika pertumbuhan dari 2018 sampai 2024, dengan penurunan signifikan pada 2020 akibat pandemi. Namun, sektor ini mulai menunjukkan pemulihan pada 2021, didukung oleh inovasi bisnis, kebijakan pemerintah, dan peningkatan konsumsi domestik. Pertumbuhan berlanjut pada 2022 dan 2023, sementara proyeksi 2024 memperkirakan peningkatan PDB menjadi Rp 3.200 triliun (6%) berkat membaiknya daya beli, ekspansi industri, dan digitalisasi. Hal ini menunjukkan ketahanan industri tersebut sebagai bagian penting dari perekonomian nasional. Penelitian tujuannya mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan food and beverage terdaftar di BEI sepanjang dan pasca pandemi tahun 2020-2023. Analisis yang dilaksanakan memanfaatkan rasio keuangan, mencakup likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, serta aktivitas, dengan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ialah perusahaan food and beverage di BEI tahun 2020-2023, dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 31 sampel perusahaan. Pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak terdistribusi normal, jadi analisis data memanfaatkan pengujian Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil melihatkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kinerja keuangan pada perusahaan food and beverage selama dan pasca pandemi covid-19 (2020-2023). Current Ratio tetap stabil, mencerminkan likuiditas yang terjaga, sementara Return on Assets menggambarkan efisiensi perusahaan mengarut asset dalam mendapatkan laba. Debt to Equity Ratio tidak mengalami perubahan signifikan, menandakan struktur permodalan yang stabil, dan Total Asset Turnover tetap menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten. Hasil ini mengindikasikan bahwa perusahaan food and beverage mampu beradaptasi terhadap dampak pandemi tanpa mengalami perubahan signifikan dalam kinerja keuangannya.
Copyrights © 2026