Penelitian ini menganalisis strategi pengebangan sektor usaha kecil dan menengah kreatif tradisional pada subsektor batik, tenun, dan bordir di kota Medan dengan menggunakan pendekatan SWOT dan model kolaboratif Penta Helix. Melalui metode kualitatif berbasis wawancara, observasi, serta FGD, penelitian ini menyatakan ketimpangan antar sektor dan lemahnya integrasi kebijakan pemerintah. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kolaborasi efektif antar akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media menjadi kunci transformasi Usaha Kecil Menengah menuju ekosistem inovatif yang adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan urgensi tata kelola kolaboratif dalam memperkuat ekonomi budaya daerah non-metropolitan
Copyrights © 2026