Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Pembelajaran sains khususnya kimia masih menghadapi tantangan karena sifat materinya yang abstrak dan kompleks. Pembelajaran kimia perlu dirancang secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan melalui pendekatan berbasis budaya lokal, salah satunya etnokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan petunjuk praktikum Kimia Anorganik I pada materi analisis sulfur berbasis etnokimia dengan mengangkat konteks budaya lokal kain jumputan khas Sumatera Selatan di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian mahasiswa yang sedang mengampu mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik I. Instrument yang digunakan berupa angket analisis kebutuhan yang disebarkan melalui google formulir dan dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 95% responden memberikan dukungan terhadap pengembangan petunjuk praktikum yang berbasis etnokimia. Meskipun sekitar 85% mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar praktikum telah tersedia, sebanyak 42,9% di antaranya menilai bahwa isi materi belum sepenuhnya mencerminkan konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam pengembangan petunjuk praktikum berbasis etnokimia yang memiliki tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan tinggi dalam mendukung pembelajaran kimia di perguruan tinggi wilayah Sumatera Selatan.
Copyrights © 2025