Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende.
Copyrights © 2025