Pembelajaran IPAS pada materi ekosistem di sekolah dasar masih menghadapi berbagai permasalahan terutama keterbatasan media pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep secara konkret dan kontekstual. Materi ekosistem cenderung bersifat abstrak apabila disampaikan tanpa dukungan media yang tepat sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman dan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran animasi kontekstual pada materi ekosistem serta mengetahui tingkat kelayakan media tersebut dalam pembelajaran IPAS kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Islam Qurani Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli media serta angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase untuk menentukan tingkat kelayakan media video pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli materi dan layak hingga sangat layak berdasarkan penilaian ahli media. Selain itu respon siswa terhadap penggunaan media video pembelajaran menunjukkan kategori sangat positif. Media video pembelajaran mampu membantu siswa memahami konsep ekosistem dengan lebih mudah serta meningkatkan ketertarikan siswa dalam mengikuti pembelajaran IPAS. Dengan demikian media video pembelajaran animasi kontekstual dinyatakan layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran IPAS kelas V sekolah dasar.
Copyrights © 2025