Kesenjangan antara tingginya kebutuhan kesehatan mental remaja perkotaan dengan hambatan akses layanan profesional memicu munculnya akun Instagram “Konseling Sebaya” sebagai alternatif dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konten dan mendalami dampaknya terhadap pengetahuan kesehatan mental remaja. Dengan pendekatan metode campuran sekuensial, penelitian ini mengombinasikan analisis isi kuantitatif terhadap 812 postingan dari tiga akun terpilih dan studi fenomenologi melalui wawancara mendalam dengan 12 remaja pengikut di wilayah perkotaan Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun-akun tersebut mendominasi konten psikoedukasi (58%) dan strategi koping (32%) yang dikemas dengan bahasa informal serta fitur interaktif untuk membangun kedekatan. Strategi ini efektif meningkatkan literasi dasar dan menormalisasi isu kesehatan mental di kalangan remaja. Namun, konten cenderung superfisial, minim rujukan, dan belum optimal dalam mendorong niat mencari pertolongan profesional, sehingga berpotensi menciptakan ilusi pemahaman. Simpulan penelitian ini menggarisbawahi bahwa akun “Konseling Sebaya” berfungsi sebagai pintu masuk pengetahuan yang efektif, tetapi diperlukan kolaborasi dengan tenaga profesional untuk mengubah kesadaran menjadi aksi nyata dan menyempurnakan perannya dalam ekosistem kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2025