Kegiatan pengabdian masyarakat berfokus pada penyelesaian masalah pengelolaan limbah rumah tangga di kawasan padat penduduk wilayah Bekasi. Pada komunitas mitra menghadapi tantangan operasional akibat administrasi bank sampah yang masih manual, rentan terhadap kesalahan, serta belum transparan. Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya limbah minyak jelantah dan cara pengelolaan yang memiliki nilai jual. Pendekatan metode Participatory Action Research diterapkan dengan dua intervensi kunci "Go Digital" melalui pengembangan dan pelatihan sistem manajemen bank sampah berbasis web, serta "Go Green" melalui lokakarya pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah dan eco-enzyme. Dari sejumlah peserta menghasilkan 30 botol sabun yang dapat digunakan untuk mencuci piring. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi dan transparansi pengelolaan bank sampah berkat sistem digital, yang diperkuat oleh testimoni positif dari pengurus. Pelatihan keterampilan pembuatan sabun berhasil diikuti oleh 23 peserta, yang mampu mengubah persepsi mereka terhadap limbah menjadi potensi ekonomi dan membuka peluang wirausaha. Kesimpulan yang diperoleh terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang holistik, mengintegrasikan teknologi digital dengan keterampilan ramah lingkungan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan, kesadaran lingkungan, dan ketahanan ekonomi komunitas secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026