Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu strategi pencegahan stunting adalah penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memiliki kepadatan zat gizi tinggi dan berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi biskuit kacang hijau sebagai alternatif PMT dalam mendukung pencegahan stunting di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah desain intervensi dengan pembagian subjek ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, melibatkan anak usia 1–5 tahun berisiko stunting serta ibu hamil, dengan pelaksanaan selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan evaluasi asupan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau meningkatkan kandungan protein dan zat besi pada biskuit dibandingkan biskuit standar. Kelompok intervensi mengalami peningkatan berat badan dan perbaikan status gizi yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, diversifikasi biskuit berbasis kacang hijau berpotensi menjadi inovasi makanan yang aplikatif, bergizi, dan berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan nutrisi ibu dan anak.
Copyrights © 2026