Biaya pengobatan yang tinggi menjadi sebab serius bagi indonesia, terbukti dari pembiayaan penyakit jantung yang mencapai Rp.12,14 triliun. Faktor utama masalah ini adalah rendahnya kepatuhan minum obat, yang tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan pasien melalui komplikasi tetapi juga menciptakan beban finansial besar pada sistem kesehatan. Mengingat dampat ekonomi global yang signikfikan akibat keptidakpatuhan, upaya mitigasi sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana peningkatan kepatuhan minum obat dapat menciptakan efisiensi biaya pengobatan. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran komprehensif sebagai dasar pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih efektif diindonesia. Penelitian ini menggunakan metode ulasan naratif dengan menelusuri artikel ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi publikasi 10 tahun terakhir yang membahas hubungan antara kepatuhan minum obat, hasil kesehatan dan biaya pengobatan. Hasil kajian menunjukan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi signifikan terhadap perbaikan kondisi pasien dan pengurangan biaya pengobatan. Ketidakpatuhan berdampak pada meningkatnya komplikasi, rawat inap, dan penggunaan layanan kesehatan. Intervensi berbasis edukasi, dukungan sosial dan penguatan sistem pelayanan efektif meningkatkan kepatuhan. Kepatuhan minum obat ialah faktor krusial dalam keberhasilan terapi dan pengelolaan penyakit, terutama penyakit kronis. Sebaliknya, ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, meningkatnya beban penyakit, dan pemborosan sumber daya kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan, ditunjang oleh akses terhadap layanan kesehatan dan program edukasi yang berkelanjutan, menjadi kunci untuk menekan dampak negatif ketidakpatuhan terhadap kesehatan dan beban ekonomi.
Copyrights © 2025