PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
Jurnal Pharmacy, Vol. 22 No. 02 Desember 2025

Studi In Silico Derivat Mangiferin dari Mangga sebagai Inhibisi Protein Tirosin Fosfatase 1B

Clarensia, Elisa Grace (Unknown)
Esa Amelia Ratri Yuniasri (Unknown)
Farah Zahira Shofa (Unknown)
Naurah Rosyidah Hasna (Unknown)
Sabrina Rakhel Zahirah (Unknown)
Anjar Hermadi Saputro (Unknown)
Mubarika Sekarsari Yusuf (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jan 2026

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi, kerja, atau keduanya pada hormon insulin. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk yang paling umum dan sering kali berkaitan dengan resistensi insulin. Salah satu target terapi potensial untuk pengobatan diabetes tipe 2 adalah protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), sebuah enzim yang terlibat dalam regulasi jalur transduksi sinyal insulin dan leptin. Inhibisi terhadap PTP1B diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menjadikannya target yang menjanjikan dalam pengembangan obat antidiabetes. Mangiferin, senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam tanaman Mangifera indica L., telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme, termasuk sebagai inhibitor PTP1B. Namun, senyawa ini masih memiliki keterbatasan dalam hal afinitas dan selektivitas. Oleh karena itu, dilakukan studi in silico terhadap berbagai derivat mangiferin untuk menilai potensinya sebagai inhibitor PTP1B. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari empat senyawa turunan mangiferin yang telah dimodifikasi pada gugus fungsinya, menggunakan pendekatan in silico berbasis molecular docking. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDockTools terhadap target protein PTP1B (PDB ID: 1XBO). Penilaian afinitas ikatan didasarkan pada nilai energi bebas ikatan (binding free energy), sedangkan visualisasi interaksi ligan-reseptor dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi interaksi dengan residu aktif. Hasil docking menunjukkan bahwa ligan alami IX1 memiliki afinitas paling tinggi terhadap PTP1B dengan energi bebas ikatan sebesar −13,2 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan ligan pembanding maupun ligan uji. Ligan pembanding ertiprotafib (−8,53 kkal/mol) dan quinoline-3-carbohydrazide (−6,81 kkal/mol) memperlihatkan afinitas yang cukup kuat terhadap PTP1B, sedangkan ligan uji berupa turunan mangiferin berada pada rentang energi bebas ikatan −5,79 hingga −7,40 kkal/mol. Di antara ligan uji, mangiferin (−7,40 kkal/mol) dan homomangiferin (−7,03 kkal/mol) memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai yang mendekati ligan pembanding quinoline-3-carbohydrazide. Hasil visualisasi interaksi juga menunjukkan adanya kemiripan jenis ikatan antara beberapa turunan mangiferin dengan ligan alami, yang menandakan potensi kesamaan mekanisme pengikatan. Berdasarkan temuan tersebut, mangiferin dan homomangiferin berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor PTP1B dan obat antidiabetes. Namun demikian, studi eksperimental lanjutan melalui uji in vitro maupun in vivo tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil in silico serta mengevaluasi aspek farmakokinetik dan keamanannya.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

PHARMACY

Publisher

Subject

Materials Science & Nanotechnology

Description

PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical ...