Penelitian ini mengeksplorasi secara komprehensif dampak Strategi Pemasaran Digital berbasis Artificial scarcity terhadap Pembelian Impulsif di kalangan konsumen Generasi Z di Kelapa Gading yang dimediasi oleh Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian kuantitatif ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan FOMO, kemudian FOMO mendorong Pembelian Impulsif. Selain itu, Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity juga berpengaruh langsung pada Pembelian Impulsif, dan efek tersebut dimediasi secara moderat oleh FOMO. Secara spesifik, meskipun terdapat pengaruh signifikan, ditemukan kesenjangan dimana taktik scarcity berbasis waktu memiliki efektivitas terlemah (dengan rata-rata terendah) dalam memicu perilaku terburu-buru, menunjukkan adanya resistensi konsumen. Saran praktis menekankan perlunya Shopee melakukan riset kualitatif mendalam melalui Group Chat Instagram untuk memahami resistensi tersebut dan menemukan cara yang lebih otentik dalam menyampaikan urgensi demi membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel tingkat skeptisisme konsumen atau perbandingan antara promosi berbasis kelangkaan dan penghematan (seperti gratis ongkir) untuk mengukur mana yang lebih dominan dalam memicu impulsivitas.
Copyrights © 2026