Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit. Evaluasi efisiensi diperlukan untuk memastikan ketersediaan tempat tidur dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pasien yang membutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur ruang rawat inap di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya tahun 2022–2024 berdasarkan Barber Johnson chart. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain retrospektif dan analisis data sekunder dari laporan rekam medis rumah sakit tahun 2022-2024. Indikator yang dianalisis meliputi Bed Occupancy Rate (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Data dibandingkan dengan standar efisiensi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan BOR berkisar antara 48,12–53,02%, AvLOS 4,40–4,97 hari, TOI 4,04–4,49 hari, dan BTO 41,48–45,07 kali. Seluruh indikator berada di luar standar kecuali BTO yang mendekati batas ideal. Grafik Barber Johnson memperlihatkan bahwa selama periode 2022–2024 rumah sakit belum mencapai kondisi efisiensi optimal, meskipun terdapat perbaikan sementara pada tahun 2023. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa efisiensi penggunaan tempat tidur di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya masih belum sesuai standar Barber Johnson. Strategi optimalisasi diperlukan melalui peningkatan pemanfaatan BOR, penyesuaian lama rawat pasien, serta perbaikan alur pelayanan pasien guna menurunkan TOI dan meningkatkan efisiensi pelayanan rawat inap.
Copyrights © 2026