Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu isu utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi TBC sangatdipengaruhi oleh pengelolaan obat yang tepat, yang juga berdampak pada efisiensi penggunaan anggaran serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari Surakarta dengan menggunakan empat indikator, yaitu kesesuaianitemobat dengan Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN),ketepatan permintaan obat, tingkat ketersediaan obat, dan persentase penggunaan obat generik. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif evaluatif dan pendekatan kuantitatif, menggunakan data retrospektif tahun 2024 yang diperoleh dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesesuaian obat dengan DOEN mencapai 100%, ketepatan permintaan obat rata-rata sebesar 105,46%, dan ketersediaan obat tercatat selama 12,65 bulan, sesuai dengan standar KementerianKesehatan. Selain itu, penggunaan obat generik mencapai 100%, yang telah memenuhi target nasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan obat TBC di Puskesmas Purwosari telah dilaksanakan secara optimal, sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam aspek perencanaan, pengadaan, ketersediaan, dan penggunaan obat generik.
Copyrights © 2026