Penanaman nilai-nilai keislaman sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak, terutama di era Society 5.0 yang menuntut integrasi antara kecerdasan digital dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan manasik haji sebagai media dakwah transformatif di TK El-Yamien 1 Tuban, yang dilaksanakan di lingkungan kampus IAINU Tuban dan dipandu oleh mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen dakwah. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan guru, mahasiswa pendamping, dan orang tua, serta dokumentasi visual kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan manasik haji di lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simulasi ibadah, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai spiritual secara kontekstual dan menyenangkan. Kegiatan ini mengusung pendekatan dakwah bil hal, di mana mahasiswa tidak sekadar memberikan informasi, melainkan menjadi teladan melalui interaksi langsung yang menyentuh aspek afektif anak. Penggunaan media digital sederhana seperti video kisah Nabi Ibrahim dan QR code turut memperkuat adaptasi kegiatan terhadap kebutuhan generasi digital native. Kolaborasi antara lembaga PAUD dan institusi pendidikan tinggi juga mencerminkan model sinergi kelembagaan yang efektif dalam penguatan pendidikan Islam anak usia dini.
Copyrights © 2026