Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat meningkatkan kemandirian belajar anak usia dini. Pengembangan dilakukan menggunakan model ADDIE melalui lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, perancangan desain, pengembangan produk, implementasi di lapangan, dan evaluasi efektivitas. Uji efektivitas menggunakan metode quasi-eksperimen dengan kelompok eksperimen dan kontrol pada anak di TK Santa Maria Surabaya. Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t = 4,271 dan p = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa media “Kiko Kancil” yang dikembangkan mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan anak, memberikan umpan balik langsung, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam belajar matematika. Selain itu, anak menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemandirian belajar melalui eksplorasi mandiri dan pengambilan keputusan dalam aktivitas digital berbasis web. Media ini berpotensi menjadi inovasi edukatif yang relevan bagi pembelajaran abad ke-21 di tingkat pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026