Tingginya kasus infeksi virus Influenza, Human Metapneumovirus (HMPV), dan SARS-CoV-2 di Indonesia, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas dan bawah pada orang dari segala usia, terutama di kalangan anak dan lansia dengan sistem kekebalan yang lemah, terutama kaum difabel (anak cacat dan para lanjut usia imobilitas). Cuci hidung merupakan suatu metode sederhana, ekonomis, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan telah terbukti memiliki banyak manfaat. Penelitian ini membahas tentang tingkat pengetahuan pendamping lansia dan difabel di Panti Asuhan Bhakti Luhur Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk seminar dan pelatihan secara langsung terapi cuci hidung yang benar, serta cara pembuatan cairan cuci hidung dirumah secara mandiri. Tahap monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap terapi cuci hidung dari 64% ke 93% setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan terapi cuci hidung dalam pencegahan dan terapi ISPA bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Copyrights © 2026