Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hipertrofi Adenoid Residu Perbandingan Teknik Adenoidektomi Kuretase Dan Kauter Suction Dengan Endoskopi Wijaya, Julian Hartawan; Surjotomo, Hendradi
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 3 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Adenoidektomi adalah salah satu prosedur paling tua dan merupakan prosedur yang palingsering dilakukan pada prosedur pembedahan THT yang sering dilakukan pada anak-anak yang mengalamihipertofi adenoid. Adenoidektomi dengan kuretase telah dilakukan secara konvensional selama bertahun-tahun, dan belakangan ini adenoidektomi dengan endoskopik telah ada sebagai metode pembedahan yanginovatif, dengan masing-masing teknik memiliki keuntungan dan kerugian tersendiri. Tujuan : Melaporkansatu kasus yang menggambarkan keadaan hipertrofi adenoid residu dan tatalaksana yang ideal untukmenangani hipertofi adenoid. Laporan Kasus : Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang kePoliklinik THT-KL RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dengan keluhan tidur mendengkur dan terlihat bernafasdari mulut pada saat tidur terkadang disertai bangun gelagapan sejak 1 bulan yang lalu. Oleh bagian THTpasien telah menjalani operasi adenotonsilektomi sebanyak 1 kali, dan telah dievaluasi menggunakannasoendoskopi dan pada nasofaring D/S didapatkan adenoid hipertrofi Parikh IV dengan mukosamengeluarkan sekret seromukoid dan pasien direncanakan adenoidektomi dengan menggunakan metodekoblasi atau elektrokauter suction. Metode : Telaah literatur berbasis bukti mengenai hipertrofi adenoidresidu dan tatalaksana pembedahan yang ideal melalui Google Scholar dan Proquest. Hasil : Hipertrofiadenoid residu dapat terjadi akibat adenoidektomi dengan kuretase tidak dapat mencapai atap dari nasofaringdan dinding lateral nasofaring. Kesimpulan : Adenoidektomi dengan bantuan endoskopik dapat menjadimetode yang aman dan tepat untuk pengambilan jaringan adenoid secara penuh dibandingkan dengan metodekuretase konvensional.
PENGETAHUAN PENDAMPING LANSIA TERHADAP PERAN CUCI HIDUNG PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS Sujana, Widia Isa Aprillia; Widoretno, Elisabeth Tri Wahyuni; Dewi, Bernadette Dian Novit; Wijaya, Julian Hartawan; Megasari, Yovita Vivi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/abdimastrimedika.v3i1.24658

Abstract

Tingginya kasus infeksi virus Influenza, Human Metapneumovirus (HMPV), dan SARS-CoV-2 di Indonesia, dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas dan bawah pada orang dari segala usia, terutama di kalangan anak dan lansia dengan sistem kekebalan yang lemah, terutama kaum difabel (anak cacat dan para lanjut usia imobilitas). Cuci hidung merupakan suatu metode sederhana, ekonomis, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan telah terbukti memiliki banyak manfaat. Penelitian ini membahas tentang tingkat pengetahuan pendamping lansia dan difabel di Panti Asuhan Bhakti Luhur Sidoarjo. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk seminar dan pelatihan secara langsung terapi cuci hidung yang benar, serta cara pembuatan cairan cuci hidung dirumah secara mandiri. Tahap monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap terapi cuci hidung dari 64% ke 93% setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan terapi cuci hidung dalam pencegahan dan terapi ISPA bermanfaat bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.