Anemia pada perempuan usia dewasa muda masih merupakan masalah kesehatan yang penting, terutama di daerah sosial-ekonomi rendah. Anemia yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi anemia gravis dengan risiko komplikasi sistemik. Telah dilakukan Praktek Lapangan di Kelurahan Krendang, Jakarta Barat pada Desember 2025. Sasaran kegiatan adalah Nn. N, 18 tahun dengan riwayat anemia gravis kronik berulang. Kegiatan dilakukan dalam bentuk wawancara, pemeriksaan fisik, penilaian fungsi keluarga menggunakan F-APGAR, dan evaluasi kondisi tempat tinggal. Berdasarkan hasil kunjungan, Nn. N memiliki riwayat anemia gravis berulang hingga memerlukan transfusi darah, gangguan menstruasi, pola makan rendah zat besi, keterbatasan ekonomi, lingkungan rumah yang kurang layak huni, serta disfungsi keluarga tingkat sedang. Kombinasi faktor biopsikososial, dan dinamika keluarga berperan dalam terjadinya anemia gravis kronik dan terputusnya pengobatan pada Nn. N. Dapat disimpulkan bahwa perlunya pendekatan kedokteran keluarga yang mencakup tata laksana klinis, edukasi berkelanjutan, pendampingan keluarga, peningkatan literasi kesehatan, serta penguatan dukungan emosional dan praktis sangat diperlukan untuk mencegah kekambuhan dan memperbaiki luaran jangka panjang
Copyrights © 2026