Penelitian ini berfokus pada identifikasi hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam memahami prinsip kerja Lagrangian dengan pendekatan berbasis kognitif, serta membandingkan tingkat pemahaman antara mahasiswa dari program studi Fisika Murni dan Pendidikan Fisika. Lokasi penelitian adalah Universitas Negeri Yogyakarta, dengan partisipan merupakan mahasiswa semester tiga yang telah mengikuti perkuliahan Mekanika Analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui nilai Ujian Tengah Semester (UTS) yang kemudian diubah ke dalam bentuk numerik guna keperluan analisis. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software JASP. Langkah analisis diawali dengan melakukan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran umum data, dilanjutkan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk. Karena distribusi data tidak normal, maka dilanjutkan menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun nilai rata-rata mahasiswa Pendidikan Fisika (16.324) lebih tinggi daripada Fisika Murni (10.214), perbedaan ini tidak terbukti signifikan secara statistik (p = 0.195). Temuan ini mengindikasikan bahwa kedua kelompok mahasiswa mengalami tingkat kesulitan yang sebanding dalam memahami konsep Lagrangian yang bersifat abstrak dan penuh muatan matematis. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih relevan secara konteks dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam menyampaikan materi-materi fisika tingkat lanjut. Diharapkan hasil kajian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan strategi pengajaran mekanika analitik yang lebih efektif dan aplikatif di lingkungan pendidikan tinggi.Kata kunci: Lagrangian, mekanika, kognitif, pemahaman, mahasiswa, pendidikan.
Copyrights © 2025