ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that has serious implications for health outcomes and human resource quality. One of the main challenges in stunting prevention at the village level is the limited system for recording, monitoring, and disseminating maternal and child health information, which is still predominantly conducted manually. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance the capacity of Posyandu cadres in stunting monitoring through the implementation of the LARASKIA application (Stunting Recording and Maternal and Child Health Information Service) in Bogangin Village, Banyumas Regency. The program employed socialization, application usage training, mentoring, and evaluation as its implementation methods. The results demonstrated that the application of LARASKIA significantly improved the knowledge and skills of Posyandu cadres in recording toddlers’ nutritional status, monitoring maternal and child health, and delivering health information in a more effective and systematic manner. This program contributes to strengthening digital-based stunting prevention efforts at the village level. Keywords: Stunting, LARASKIA, Posyandu Cadres, Maternal and Child Health, Digital Health. ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. Salah satu kendala utama dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa adalah keterbatasan sistem pencatatan, pemantauan, dan penyampaian informasi kesehatan ibu dan anak yang masih dilakukan secara manual. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan stunting melalui penerapan aplikasi LARASKIA (Layanan Rekam Stunting dan Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) di Desa Bogangin, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi LARASKIA mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencatatan status gizi balita, pemantauan kesehatan ibu dan anak, serta penyampaian informasi kesehatan secara lebih efektif dan sistematis. Program ini berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting berbasis digital di tingkat des Kata Kunci: Stunting, LARASKIA, Kader Posyandu, Kesehatan Ibu Dan Anak, Digital Health.
Copyrights © 2026