Kuat tekan dinding pasangan bata merupakan parameter penting dalam perencanaan struktur bangunan dan dipengaruhi oleh kuat tekan bata satuan serta interaksi antara bata dan spesi. Namun, hubungan antara kuat tekan bata satuan dan kuat tekan dinding pasangan bata masih sangat bergantung pada karakteristik material dan metode konstruksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kuat tekan bata satuan dan kuat tekan dinding pasangan bata melalui studi eksperimental menggunakan material lokal. Pengujian tekan dilakukan terhadap beberapa sampel bata satuan untuk memperoleh nilai kuat tekan rata-rata, sedangkan satu spesimen dinding pasangan bata skala penuh diuji di bawah beban aksial hingga mengalami keretakan dan keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata satuan memiliki variasi kualitas yang cukup signifikan, dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 134,70 kg/cm², yang mencerminkan ketidakseragaman kualitas bata merah lokal akibat proses produksi tradisional. Pengujian dinding pasangan bata menunjukkan bahwa retak mulai terjadi pada kuat tekan sebesar 182,78 kg/cm² dengan deformasi rata-rata dinding sebesar 1,57 cm. Pola keruntuhan didominasi oleh retak vertikal dan retak sepanjang sambungan spesi, yang mengindikasikan bahwa mekanisme keruntuhan dinding sangat dipengaruhi oleh interaksi antara bata dan spesi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kinerja tekan pasangan bata tidak dapat dinilai hanya berdasarkan kuat tekan bata satuan, serta memberikan pemahaman awal yang dapat digunakan sebagai referensi untuk perencanaan dan penelitian lanjutan
Copyrights © 2025