Stunting adalah dampak atas ketidakseimbangan gizi dan gangguan pertumbuhan fisik ditandai dengan adanya penurunan pertumbuhan yang cepat, berdasarkan pada tinggi badan dibanding umur (TB/U) atau indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Pada tahun 2021 data World Health Organization (WHO), bahwa kejadian stunting di dunia mencapai 22% atau sebanyak 149,2 juta pada tahun 2020. Sedangkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, sebanyak 30,8% atau sekitar 7 juta balita prevalensi kasus stunting anak Indonesia dibawah usia lima tahun. Salah satu target dari Sustainable Development Goals (SDGs) adalah stunting yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan yaitu pada tahun 2025 menurunkan angka stunting hingga 40%. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting. Pengetahuan ibu tentang stunting sangat diperlukan karena ibu yang pengetahuannya tentang stunting masih kurang akan menyebabkan anak berisiko akan mengalami stunting. Literatur review ini menggunakan penelitian naratif studi literatur yang memaparkan analisis hubungan peengetahuan ibu tentang terjadinya stunting. Analisa data yaitu dengan melakukan integrasi dari 6 artikel penelitian dengan menghubungkan dengan teori-teori yang berkaitan. Sampel menggunakan 6 artikel penelitian. Dari studi literatur ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pengetahuan ibu berhubungan langsung terhadap terjadinya stunting. Sehingga ibu yang kurang mengetahui tentang kebutuhan makanan atau gizi akan menginkatnya terjadinya stunting.
Copyrights © 2026