Jagung manis merupakan tanaman semusim (annual), satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua merupakan tahap pertumbuhan generatif. Dengan adanya penambahan pupuk, pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ke tanah dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal digunakan adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman, dan arang kayu. Pupuk NPK Mutiara disebut juga sebagai pupuk majemuk karena mengandung unsur hara utama lebih dari 2 jenis, dengan kandungan unsur hara N (15%) dalam bentuk NH3 , P (15%) dalam bentuk P2O5 dan K (15%) dalam bentuk (K2O). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui respons tanaman jagung manis yang ditanam pada media yang ditambahkan pupuk kandang dan pemberian pupuk majemuk NPK Mutiara. Penelitian tersebut dilakukan di Lahan Percobaan Kampus ITB Riyadlul Ulum dari bulan Mei sampai Agustus 2025. Penelitian akan dilaksanakan menggunakan metode eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan sebagai berikut: P0 = Kontrol (pupuk kandang), P1 = 2 x anjuran pupuk kandang, P2 = 1 x dosis anjuran untuk pupuk NPK, P3 = 1 x dosis anjuran untuk pupuk NPK dan pupuk kandang. Diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan 12 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang dan NPK Mutiara tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada sebagian besar fase pengamatan. Namun, perlakuan berpengaruh nyata terhadap berat segar dan berat kering tanaman. Perlakuan P3 cenderung memberikan nilai tertinggi pada berat segar tanaman dan berat kering tanaman dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sementara itu, berat segar buah tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan, meskipun perlakuan P3 menghasilkan rataan berat buah tertinggi. Sweet corn is an annual plant with a life cycle of 80-150 days. The first half of the cycle is the vegetative growth stage, and the second half is the generative growth stage. Fertilizer is defined as a material added to the soil for the purpose of supplementing the availability of nutrients. The earliest fertilizers used were animal manure, plant debris, and charcoal. Mutiara NPK fertilizer is also known as a compound fertilizer because it contains more than two types of major nutrients, with 15% nitrogen (N) in the form of NH3, 15% phosphorus (P) in the form of P2O5, and 15% potassium (K) in the form of (K₂O). The objective of this study is to determine the response of sweet corn plants grown in media supplemented with manure and NPK Mutiara compound fertilizer. The study was conducted at the ITB Riyadlul Ulum Campus Experimental Field from May to August 2025. The research will be conducted using an experimental method arranged in a Randomized Block Design (RBD) with the following treatments: P0 = Control (manure), P1 = 2 x recommended manure, P2 = 1 x recommended dose for NPK fertilizer, P3 = 1 x recommended dose for NPK fertilizer and manure, repeated 3 times for a total of 12 experimental units. The results showed that manure and NPK Mutiara fertilizers had no significant effect on plant height during most of the observation period. However, the treatments had a significant effect on the fresh weight and dry weight of the plants. The P3 treatment tended to produce the highest values for fresh weight and dry weight of the plants compared to the other treatments. Meanwhile, fresh fruit weight did not show significant differences between treatments, although the P3 treatment produced the highest average fruit weight.
Copyrights © 2026