Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai bentuk miskonsepsi yang terjadi pada mata pelajaran di Sekolah Dasar, khususnya Bahasa Indonesia, IPS, PKN, IPA, dan Matematika. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan meninjau, mengidentifikasi, dan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang relevan dari Google Scholar, SINTA, dan berbagai jurnal nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia banyak terjadi dalam keterampilan menulis, penggunaan tanda baca, struktur kalimat, dan pemahaman bacaan. Pada mata pelajaran IPS dan PKN, miskonsepsi muncul akibat metode pembelajaran yang terlalu berorientasi pada hafalan serta pemahaman konsep yang kurang kontekstual. Sedangkan dalam mata pelajaran IPA dan Matematika, miskonsepsi sering disebabkan oleh kesalahan pemahaman awal, penggunaan buku ajar yang kurang tepat, serta pendekatan pengajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi. Secara umum, faktor penyebab miskonsepsi berasal dari peserta didik, guru, dan sumber belajar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembelajaran berbasis diagnosis miskonsepsi, penggunaan media yang konkret, serta pelatihan guru untuk meningkatkan pemahaman konseptual dalam pembelajaran di Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026