Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan jumping smash pada atlet bulutangkis menggunakan pendekatan biomekanik guna mengidentifikasi potensi risiko cedera serta kelemahan teknik yang memengaruhi performa. Subjek penelitian terdiri dari 10 atlet bulutangkis Club CPLUSco Badminton yang berusia 14–18 tahun. Data diperoleh melalui perekaman gerak menggunakan kamera Sony A6000 dan dianalisis dengan perangkat lunak Kinovea versi 0.9.5 untuk mengevaluasi parameter kinematik seperti waktu, sudut, kecepatan, jarak, dan tinggi lompatan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar atlet menunjukkan variasi yang signifikan dalam durasi fase gerakan, sudut fleksi lutut, serta posisi kaki saat awalan dan pendaratan. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi menurunkan efisiensi gerak dan meningkatkan risiko cedera, khususnya pada sendi lutut. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan teknik berbasis biomekanik yang terfokus pada stabilitas postural, aktivasi otot optimal, dan konsistensi waktu gerakan. Penerapan analisis biomekanik secara rutin dapat meningkatkan efektivitas teknik jumping smash sekaligus mencegah cedera pada atlet.
Copyrights © 2026