Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memainkan peran strategis dalam mendukung perekonomian regional, namun banyak perusahaan ini masih menghadapi kendala dalam manajemen bisnis dan pemasaran. Salah satu contohnya adalah UMKM yang memproduksi keripik singkong dan pisang di Dusun Gruneng, Desa Jatirejo. Meskipun telah beroperasi selama bertahun-tahun, perusahaan ini belum secara optimal menerapkan manajemen bisnis digital atau pemasaran digital. Situasi ini telah menyebabkan penurunan daya saing produk dan keterbatasan penetrasi pasar. Inisiatif kontribusi komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah dengan mendukung manajemen bisnis digital dan pemasaran. Pendekatan dukungan partisipatif diterapkan, yang terdiri dari tiga tahap: pengamatan dan identifikasi masalah, perencanaan dan implementasi program serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan yang lebih sistematis, perbaikan identitas dan promosi produk melalui desain label dan media promosi offline, serta peningkatan visibilitas usaha melalui pemanfaatan media sosial dan Google Maps. Pendampingan ini terbukti mampu meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha dan memperkuat daya saing UMKM. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2025