Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji citra perempuan dalam novel Imra’ah ‘inda Nuqtat as-Sifr karya Nawal El Saadawi dan Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy melalui pendekatan sastra bandingan dengan perspektif feminisme eksistensial Simone de Beauvoir. Fokus penelitian ini adalah mengungkap bentuk penindasan yang dialami tokoh perempuan serta strategi perlawanan yang direpresentasikan dalam kedua novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks terhadap unsur naratif yang merepresentasikan citra perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel sama-sama merepresentasikan perempuan sebagai subjek yang mengalami penindasan sistemik akibat struktur patriarki, meskipun dalam konteks sosial budaya yang berbeda. Dalam Imra’ah ‘inda Nuqtat as-Sifr, citra perempuan ditampilkan melalui tokoh Firdaus yang mengalami penindasan berlapis dan memilih perlawanan radikal sebagai bentuk penegasan eksistensial. Sementara itu, Perempuan Berkalung Sorban merepresentasikan citra perempuan yang mengalami subordinasi dalam budaya patriarki religius, dengan strategi perlawanan yang bersifat gradual melalui pendidikan dan kesadaran intelektual. Perbedaan bentuk penindasan dan perlawanan tersebut menunjukkan bahwa konteks sosial budaya memengaruhi konstruksi citra perempuan dalam karya sastra. Penelitian ini menyimpulkan bahwa feminisme eksistensial relevan digunakan untuk menganalisis representasi perempuan dalam sastra lintas budaya. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sastra bandingan dan memberikan kontribusi terhadap pemahaman kritis mengenai isu ketidakadilan gender dalam sastra Arab dan Indonesia.
Copyrights © 2026