Pembahasan tentang Sains Al-Qur’an biasanya mengarah pada dua pendekatan utama yakni: Pertama, Qur’anisasi sains, yaitu usaha memberi arah pada pengembangan sains agar tidak lepas dari nilai tauhid dan etika yang bersumber dari Al-Qur’an. Kedua, saintifikasi Al-Qur’an, yakni upaya memahami ayat-ayat kauniyah dengan bantuan temuan sains modern, sehingga pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih luas dan kontekstual. Tulisan ini menegaskan bahwa kedua pendekatan tersebut tidak perlu diposisikan secara berlawanan. Sebaliknya, keduanya dapat saling melengkapi. Sains membutuhkan nilai dan tujuan agar tidak berkembang secara netral dan bebas arah, sementara kajian Al-Qur’an membutuhkan kehati-hatian metodologis agar tidak terjebak pada sekadar mencocokkan ayat dengan teori sains yang bisa berubah. Melalui kajian pustaka, artikel ini membahas konsep dasar Sains Al-Qur’an, mengulas beberapa tantangan metodologis, serta menawarkan gagasan pemaduan yang lebih seimbang dan relevan, khususnya untuk pengembangan riset dan pembelajaran di perguruan tinggi.
Copyrights © 2026