ABSTRACT X Hypertension remains a silent threat in the adult and elderly community, often going undetected until it causes more serious heart dysfunction. This community service activity aims to conduct hypertension screening and electrocardiogram (ECG) examinations in the GPI Elim Abepura congregation to identify cardiovascular risks early and improve community heart health literacy. The activity methods included health education, blood pressure screening using calibrated digital blood pressure monitors, standard ECG examinations, individual consultations, and recording demographic and medical history data. Data were analyzed descriptively through frequency distributions, percentages, and cross-tabulations between hypertension history, blood pressure category, and ECG results. The results showed that 52.5% of participants had hypertension (≥140/90 mmHg), with the proportion aged ≥50 years reaching 85%, and participants with a history of hypertension showing uncontrolled blood pressure up to 40%. ECG examinations showed 82.5% normal results and 17.5% abnormal, indicating the potential impact of chronic hypertension on heart function. This activity provided direct benefits in the form of early detection of cardiovascular risk, increased participant understanding of hypertension management, and practical contributions to building a church-based integrated screening service model. As a follow-up, it recommended the implementation of regular blood pressure monitoring, the formation of church health cadres, and further research on the relationship between blood pressure control, physical activity, and changes in ECG results in high-risk populations. Keywords: Blood Pressure, Church Congregation, Electrocardiogram, Health Screening, Hypertension. ABSTRAK X Hipertensi tetap menjadi “silent threat” pada komunitas dewasa dan lansia, karena sering tidak terdeteksi hingga menimbulkan gangguan fungsi jantung yang lebih serius. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan skrining hipertensi dan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) pada jemaat GPI Elim Abepura untuk mengidentifikasi risiko kardiovaskular secara dini serta meningkatkan literasi kesehatan jantung masyarakat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, skrining tekanan darah menggunakan tensi digital terkalibrasi, pemeriksaan EKG standar, konsultasi hasil individual, serta pencatatan data demografi dan riwayat penyakit. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi, persentase, dan tabulasi silang antara riwayat hipertensi, kategori tekanan darah, serta hasil EKG. Hasil menunjukkan 52,5% peserta mengalami hipertensi (≥140/90 mmHg), dengan proporsi usia ≥50 tahun mencapai 85%, dan peserta dengan riwayat hipertensi menunjukkan tekanan darah tidak terkontrol hingga 40%. Pemeriksaan EKG menunjukkan 82,5% hasil normal dan 17,5% abnormal, yang mengindikasikan potensi dampak hipertensi kronis terhadap fungsi jantung. Kesimpulan kegiatan ini adalah deteksi dini risiko kardiovaskular, peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan hipertensi, serta kontribusi praktis dalam membangun model layanan skrining terpadu berbasis komunitas gereja. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan pelaksanaan monitoring tekanan darah berkala, pembentukan kader kesehatan gereja, serta penelitian lanjutan mengenai hubungan kontrol tekanan darah, aktivitas fisik, dan perubahan hasil EKG pada populasi berisiko tinggi. Kata Kunci: Elektrokardiogram, Hipertensi, Jemaat Gereja, Skrining Kesehatan, Tekanan Darah.
Copyrights © 2026