Dais Iswanto
Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih,Jayapura,Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Skrining Pap Smear Pada Pengunjung Klinik RS Abepura Kota Jayapura Ferdinant Martinus Djawa; Elieser Elieser; Izak Samay; Dais Iswanto
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24128

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is a serious health problem in the community because it can lead to decreased quality of life and even death. The goal of this activity is to increase public awareness and understanding, as well as to promote Pap smears as an early detection method for cervical cancer. The target group was women of childbearing age visiting the clinic at Abepura Regional General Hospital in Jayapura, Papua. The activity used a lecture, discussion, and question-and-answer approach. The results showed an increase in knowledge, with an initial pre-test score of 48.1 rising to 89.2 at the end of the post-test. Pap smears found 81.8% of women were categorized as normal, 13.6% had mild inflammation, and the remaining 4.6% had abnormal cells. The conclusion of this activity is that participants' knowledge about cervical cancer and its prevention has increased. This activity can encourage Pap smears for more women of childbearing age to conduct early detection of cervical cancer and seek treatment if abnormal cervical cells are found. Keywords : Cervical Cancer, Pap Smear, Women of Childbearing Age, Screening.  ABSTRAK Penyakit kanker serviks merupakan masalah kesehatan serius di komunitas karena menimbulkan penurunan kualitas hidup bahkan kematian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatakan kesadaran dan pemahaman masyarakat sekaligus pemeriksaan pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Sasaran kegiatan adalah kelompok wanita usia subur yang berkunjung di klinik Rumah sakit Umum Daerah Abepura, Jayapura, Papua. Metode kegiatan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan skor awal pre test 48,1 menjadi 89,2 pada akhir ujian post test. Berdasarkan pemeriksaan pap smear ditemukan sebanyak 81,8 % masuk kategori normal, sebanyak 13,6 % ditemukan inflamasi ringan dan sisanya 4,6 % ditemukan sel abnormal. Kesimpulan kegiatan inio menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang kanker serviks dan upaya pencegahannya. Dampak kegiatan ini dapat mendorong upaya pemeriksaan pap smear bagi kebanyak wanita usia subur dalam rangka deteksi dini kanker serviks dan upaya penanganan jika ditemukan adanya abnormalisat sel serviks.  Kata Kunci: Kanker serviks, Pap Smear, Wanita usia subur, Skrining.
Skrining Hipertensi dan Pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk meningkatkan derajat kesehatan Pasien Hipertensi di Jemaat GPI Elim Abepura Tahun 2025 Joel Herbert M.H Manurung; Novianto M; Dais Iswanto
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.24107

Abstract

ABSTRACT X Hypertension remains a silent threat in the adult and elderly community, often going undetected until it causes more serious heart dysfunction. This community service activity aims to conduct hypertension screening and electrocardiogram (ECG) examinations in the GPI Elim Abepura congregation to identify cardiovascular risks early and improve community heart health literacy. The activity methods included health education, blood pressure screening using calibrated digital blood pressure monitors, standard ECG examinations, individual consultations, and recording demographic and medical history data. Data were analyzed descriptively through frequency distributions, percentages, and cross-tabulations between hypertension history, blood pressure category, and ECG results. The results showed that 52.5% of participants had hypertension (≥140/90 mmHg), with the proportion aged ≥50 years reaching 85%, and participants with a history of hypertension showing uncontrolled blood pressure up to 40%. ECG examinations showed 82.5% normal results and 17.5% abnormal, indicating the potential impact of chronic hypertension on heart function. This activity provided direct benefits in the form of early detection of cardiovascular risk, increased participant understanding of hypertension management, and practical contributions to building a church-based integrated screening service model. As a follow-up, it recommended the implementation of regular blood pressure monitoring, the formation of church health cadres, and further research on the relationship between blood pressure control, physical activity, and changes in ECG results in high-risk populations. Keywords: Blood Pressure, Church Congregation, Electrocardiogram, Health Screening, Hypertension.  ABSTRAK X Hipertensi tetap menjadi “silent threat” pada komunitas dewasa dan lansia, karena sering tidak terdeteksi hingga menimbulkan gangguan fungsi jantung yang lebih serius. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan skrining hipertensi dan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) pada jemaat GPI Elim Abepura untuk mengidentifikasi risiko kardiovaskular secara dini serta meningkatkan literasi kesehatan jantung masyarakat. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, skrining tekanan darah menggunakan tensi digital terkalibrasi, pemeriksaan EKG standar, konsultasi hasil individual, serta pencatatan data demografi dan riwayat penyakit. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi, persentase, dan tabulasi silang antara riwayat hipertensi, kategori tekanan darah, serta hasil EKG. Hasil menunjukkan 52,5% peserta mengalami hipertensi (≥140/90 mmHg), dengan proporsi usia ≥50 tahun mencapai 85%, dan peserta dengan riwayat hipertensi menunjukkan tekanan darah tidak terkontrol hingga 40%. Pemeriksaan EKG menunjukkan 82,5% hasil normal dan 17,5% abnormal, yang mengindikasikan potensi dampak hipertensi kronis terhadap fungsi jantung. Kesimpulan kegiatan ini adalah deteksi dini risiko kardiovaskular, peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan hipertensi, serta kontribusi praktis dalam membangun model layanan skrining terpadu berbasis komunitas gereja. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan pelaksanaan monitoring tekanan darah berkala, pembentukan kader kesehatan gereja, serta penelitian lanjutan mengenai hubungan kontrol tekanan darah, aktivitas fisik, dan perubahan hasil EKG pada populasi berisiko tinggi. Kata Kunci: Elektrokardiogram, Hipertensi, Jemaat Gereja, Skrining Kesehatan, Tekanan Darah.