The flood disaster that struck the Tanjung Pura area of Langkat Regency, North Sumatra, had a significant impact on the social, economic, health, and psychological well-being of the community. Limited access to basic necessities, decreased nutritional quality, and the emergence of psychological trauma, particularly among vulnerable groups such as children, the elderly, and pregnant women, are key issues requiring rapid and integrated response. This community service activity aims to provide a disaster response through a Three-Pillar Action approach: Rapid Logistics, Appropriate Nutrition, and Trauma Services. The implementation method was participatory, encompassing preparation and coordination with local partners, core activities such as the distribution of logistical assistance and nutritious food, and trauma healing services. The program concluded with monitoring and evaluation. The aid distributed included basic food packages, hygiene kits, clothing, and psychosocial support for the affected community. Results from the activity indicate that this program was able to meet the community's basic needs quickly and effectively, improve nutritional intake, especially for vulnerable groups, and help reduce stress and trauma caused by the disaster. Thus, the Three Pillars Action approach has proven effective as a holistic and sustainable disaster response model in supporting the physical and psychological recovery of affected communities. ABSTRAK Bencana banjir yang melanda wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kondisi psikologis masyarakat. Terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar, menurunnya kualitas asupan gizi, serta munculnya trauma psikologis, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, menjadi permasalahan utama yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan respons tanggap bencana melalui pendekatan Aksi Tiga Pilar, yaitu Logistik Cepat, Gizi Tepat, dan Pemberian Layanan Trauma. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan dan koordinasi dengan mitra setempat, pelaksanaan kegiatan inti berupa distribusi bantuan logistik dan pangan bergizi, serta layanan trauma healing, dan diakhiri dengan monitoring serta evaluasi kegiatan. Produk bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan sandang, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, meningkatkan pemenuhan gizi terutama bagi kelompok rentan, serta membantu mengurangi tingkat stres dan trauma akibat bencana. Dengan demikian, pendekatan Aksi Tiga Pilar terbukti efektif sebagai model penanganan tanggap bencana yang holistik dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan fisik dan psikologis masyarakat terdampak.
Copyrights © 2026