Stunting menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak panjang terhadap kualitas sumber daya manusia terutama di wilayah dengan kerentanan sosial dan ekonomi. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap stunting adalah pemberian Makanan Pendamping ASI yang tidak tepat, baik dari segi waktu, tekstur, porsi maupun kandungan gizi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperkuat kompetensi ibu dan pengasuh dalam pembuatan Makanan Pendamping ASI dari bahan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukasi komunitas disertai dengan demostrasi dan praktik langsung pengolahan pangan lokal, melibatkan 135 ibu atau pengasuh bayi usia 6 hingga 24 bulan serta kader posyandu. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intevensi. Hasil kegiatan memperlihatkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan setelah intervensi, yang menandakan penigkatan pemahaman terkait prinsip pemberian Makanan Pendamping ASI sesuai usia dan kebutuhan gizi anak. Penguatan kompetensi ibu melalui program edukasi komunitas dan pemanfaatan pangan lokal berpotensi mendukung perbaikan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI serta berkontribusi dalam pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026