Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Desa Krama Jaya merupakan salah satu lokus stunting dengan prevalensi 18,24%, lebih tinggi dibandingkan wilayah kerja Puskesmas Narmada pada Triwulan I tahun 2024. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pijat OBISA. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis media video dengan pendekatan edukasi dan praktik, melibatkan 20 kader yang dibagi ke dalam dua kelompok pada bulan April- Agustus 2025. Intervensi meliputi demonstrasi, pemutaran video pembelajaran, praktik terbimbing, serta latihan mandiri selama satu minggu. Monitoring dan evaluasi pelatihan dilakukan melalui media grup WhatsApp. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan kader sebelum pelatihan sebagian besar berada pada kategori cukup 11 orang (55,0%), dan meningkat setelah pelatihan menjadi kategori baik 18 orang (90,0%). Keterampilan kader juga mengalami peningkatan, dari kategori cukup terampil 12 orang (60,0%) menjadi kader dengan kategori terampil 15 orang (75,0%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pijat OBISA secara benar dan terstandar. Kader mampu menerapkan teknik pemijatan sesuai urutan, menjaga keamanan dan kenyamanan bayi, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memberikan edukasi kepada ibu. Selain itu, penggunaan media video pembelajaran terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan.
Copyrights © 2026