Gangguan kelenjar tiroid dan diabetes melitus merupakan penyakit endokrin dengan prevalensi tinggi yang berdampak besar terhadap kualitas hidup dan memerlukan deteksi dini serta penanganan yang tepat. Namun, rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan masih menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengendalian kedua penyakit tersebut. Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan merupakan amanah dan bentuk syukur kepada Allah SWT melalui penerapan pola hidup seimbang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan terhadap penyakit kelenjar tiroid dan diabetes melitus serta meninjaunya berdasarkan pandangan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan metode quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat pengetahuan, serta bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penyakit kelenjar tiroid, paparan informasi (p = 0,003) dan riwayat penyakit tiroid dalam keluarga (p = 0, 043) berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan, sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, serta pengalaman tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, paparan informasi, pengalaman, dan riwayat penyakit diabetes melitus pada keluarga dengan tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan. Tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan mengenai penyakit kelenjar tiroid masih tergolong kurang, sedangkan pengetahuan mengenai diabetes melitus berada pada kategori baik
Copyrights © 2026