Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko bahaya besar menggunakan metode Bow-Tie Analysis guna mengintegrasikan analisis penyebab (fault tree) dan konsekuensi (event tree) dalam satu model visual yang komprehensif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat kategori bahaya utama pada tahapan perakitan, yaitu detonator kontak dengan listrik statis dari tubuh, kesalahan teknis pada proses crimping, produk jatuh saat gagal handling dan terinjak, dan tabrakan kendaraan pengangkut bahan peledak. Analisis hubungan sistemik menunjukkan bahwa kegagalan operasional sebagian besar berakar pada faktor degradasi kontrol seperti kurangnya uji interlock dan gap kompetensi personel yang dapat mengakibatkan konsekuensi fatal berupa ledakan lokal hingga kerusakan fasilitas secara menyeluruh. Strategi pengendalian difokuskan pada penguatan preventive barriers (seperti sistem earthing/bonding dan interlock redundan) untuk menurunkan peluang insiden, serta mitigative barriers (seperti blast shields, zonasi personel, dan Emergency Response Plan) untuk meminimalkan dampak. Kesimpulan umum menunjukkan bahwa penguatan integritas barrier melalui sistem interlock otomatis, standardisasi material disipatif, dan digitalisasi pemantauan risiko berdasarkan kerangka 6M terbukti efektif dalam meminimalkan probabilitas top event. Implementasi strategi ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko hingga berada pada batas yang secara praktis dapat diterima setelah penerapan pengendalian risiko (as low as reasonably practicable).
Copyrights © 2026