Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dalam kegiatan pertanian telah menimbulkan berbagai dampak negatif, antara lain pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan manusia, serta terganggunya keseimbangan ekosistem pertanian. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati yang berasal dari bahan alam, seperti ekstrak kulit buah. Kulit buah diketahui mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai agen pengendali organisme pengganggu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak kulit buah sebagai pestisida nabati dalam mengendalikan hama dan patogen tanaman serta menilai potensinya sebagai solusi pertanian berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, yaitu menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, prosiding, dan laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode triangulasi untuk memastikan keabsahan, konsistensi, dan keandalan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah memiliki potensi yang signifikan sebagai pestisida nabati karena kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa fenolik yang mampu bekerja melalui berbagai mekanisme, seperti efek toksik, antifeedant, dan penghambatan pertumbuhan hama. Pemanfaatan limbah kulit buah sebagai pestisida nabati tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan limbah organik dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026