Nyeri punggung bawah kronik merupakan keluhan muskuloskeletal dan neurologis tersering pada populasi usia lanjut, dengan herniated nucleus pulposus (HNP) lumbal sebagai salah satu penyebab utama akibat proses degeneratif tulang belakang. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, temuan radiologis, serta penatalaksanaan konservatif pada pasien usia lanjut dengan HNP lumbal dan komorbid hipertensi. Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari rekam medis seorang pasien laki-laki berusia 69 tahun dengan diagnosis NPBK akibat HNP lumbal. Data dianalisis secara naratif meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, pemeriksaan radiologis, serta tata laksana yang diberikan. Pasien datang dengan keluhan NPBK yang memberat akut pascaaktivitas fisik, disertai nyeri radikular bilateral, parestesia, dan kesulitan berjalan. Pemeriksaan neurologis menunjukkan tanda iritasi saraf lumbal tanpa defisit motorik. MRI lumbal mengonfirmasi HNP multipel, spondylosis lumbalis, stenosis kanalis spinalis derajat berat, dan stenosis neuroforaminal bilateral. Pasien diterapi secara konservatif dengan analgesik, relaksan otot, antihipertensi, dan fisioterapi. Penatalaksanaan konservatif komprehensif yang mengintegrasikan pengendalian nyeri, komorbid, dan rehabilitasi medik terbukti efektif dalam memperbaiki fungsi dan kualitas hidup pasien usia lanjut dengan HNP lumbal.
Copyrights © 2026