Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perceraian orang tua terhadap pendidikan agama anak dalam keluarga di Kelurahan Wawombalata Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Metode penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analysis. Sumber data penelitian ini ialah data primer dan sekunder. Teknik penumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perceraian orang tua memberikan dampak positif terhadap pendidikan agama anak di Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, kota Kendari yaitu anak menjadi lebih mandiri mengakibatkan anak tetap melanjutkan kebiasaan ibadah setelah bercerai dan melakukan ibadah tanpa diperintah. Hal ini disebabkan karena perceraian terjadi ketika anak masih kecil, adanya sensitivititas dan kepedulian orang tua terhadap pendidikan agama anak, dan lingkungan yang mendukung pendidikan agama anak. Perceraian orang tua juga memberikan dampak negatif terhadap pendidikan agama anak yaitu renggangnya hubungan dengan orang tua mengakibatkan anak kehilangan minat atau motivasi dalam kegiatan keagamaan, seperti malas sholat, dan tidak mau mengaji. Renggangnya hubungan dengan orang tua disebabkan oleh kurangnya waktu bersama antara orang tua dan anak setelah perceraian disebabkan ibu harus bekerja mencari nafkah mengantikan peran ayah. Selain itu, watu perceraian yang terjadi ketika anak sudah mengerti akan perceraian mengakibatkan anak menunjukkan sikap berontak dan tidak terimanya akhirnya mereka melampiaskan pada hal negatif seperti tidak mau sholat, dan tidak mau mengaji. Kurangnya sensitivitas dan kepedulian orang tua terhadap pendidikan agama anak, dan lingkungan yang kurang mendukung pendidikan agama anak.
Copyrights © 2023