Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi, sehingga diperlukan upaya mitigasi yang sistematis, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Rendahnya literasi kebencanaan pada anak usia sekolah berpotensi meningkatkan risiko korban saat terjadi gempa bumi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana gempa bumi melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik usia. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Sekolah Utara, Jakarta Utara, dengan sasaran 40 anak usia 3–10 tahun. Metode pengabdian meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan melalui observasi awal dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi menggunakan media visual dan permainan edukatif, serta evaluasi melalui tanya jawab langsung kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa-siswi mengenai risiko gempa bumi serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa. Pendekatan sosialisasi, permainan edukatif, dan pembagian brosur terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan daya ingat peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun sikap tanggap dan waspada terhadap bencana sejak dini serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Copyrights © 2025