Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Vol. 4 No. 1 (2026)

Perbedaan Ketebalan Jaringan Lunak Wajah (Facial Soft Tissue Thickness) Antara Laki-Laki dan Perempuan pada Populasi Deuteromalayid Menggunakan MRI Kepala

Ula, Ma’rifatul (Unknown)
Fitrianti, Mia Yulia Fitrianti (Unknown)
Syarifah, Mustika Chasanatussy (Unknown)
Artaria, Myrtati Dyah (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jan 2026

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dengan potensi korban jiwa massal. Sering kali, kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan lanjut membuat metode identifikasi primer (sidik jari, gigi, DNA) sulit diterapkan. Dalam kondisi tersebut, rekonstruksi wajah menjadi metode alternatif vital, namun akurasinya sangat bergantung pada data referensi ketebalan jaringan lunak wajah (Facial Soft Tissue Thickness/FSTT) yang spesifik untuk populasi tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis perbedaan FSTT antara laki-laki dan perempuan pada populasi Deuteromalayid guna menyediakan data referensi dasar bagi rekonstruksi wajah forensik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus hingga September 2020. Sampel terdiri dari 30 pasien (15 laki-laki dan 15 perempuan) ras Deuteromalayid yang menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala untuk keperluan diagnostik. Data FSTT diukur secara digital menggunakan perangkat lunak Dicom Viewer. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan adanya variasi rerata ketebalan jaringan lunak wajah antara kedua kelompok jenis kelamin. Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan secara spesifik pada area hidung dan bibir. Sementara itu, pada titik-titik pengukuran area wajah lainnya, meskipun terdapat perbedaan nilai rerata, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Terdapat dimorfisme seksual pada ketebalan jaringan lunak wajah populasi Deuteromalayid, terutama pada regio mid-face (hidung dan bibir). Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan data spesifik jenis kelamin dalam proses rekonstruksi wajah untuk meningkatkan akurasi identifikasi. Kata kunci: Facial Soft Tissue Thickness (FSTT); Deuteromalayid; rekonstruksi wajah; identifikasi forensik; MRI kepala.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BIKKM

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

We focus on publishing ethically and methodologically rigorous scientific research, including original research, literature reviews, and case reports in the medicine and public health ...