Ula, Ma’rifatul
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY Ula, Ma’rifatul; Hidayat, Solikhul
JURNAL FAIRNESS Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.801 KB) | DOI: 10.33369/fairness.v11i3.20979

Abstract

Timeliness of financial statements can be seen from the Audit Delay, the period between the closing date of the book and the date of the auditor's report. The purpose of this study is to analyze the effect of firm size, liquidity, profitability, solvency, and audit opinion on audit delays individually (partial), and simultaneously (simultaneously) on audit delays in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 - 2017.The data used are secondary data taken from the financial statements of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2015-2017 period obtained from the website www.idx.co.id. The sample of this research is 33 companies from 43 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used was purposive sampling method. The data analysis technique used is descriptive statistics, classical assumption test and multiple linear regression analysis.The results of the study show that the variables of Firm Size, Profitability, Solvency and Audit Opinion have no effect on Audit Delay and the Liquidity variable has a negative effect on Audit Delay. While the results of the F test show that Company Size, Liquidity, Profitability Solvency and Audit Opinion have an effect on Audit Delay in Banking Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015 - 2017. 
Perbedaan Ketebalan Jaringan Lunak Wajah (Facial Soft Tissue Thickness) Antara Laki-Laki dan Perempuan pada Populasi Deuteromalayid Menggunakan MRI Kepala Ula, Ma’rifatul; Fitrianti, Mia Yulia Fitrianti; Syarifah, Mustika Chasanatussy; Artaria, Myrtati Dyah
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dengan potensi korban jiwa massal. Sering kali, kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan lanjut membuat metode identifikasi primer (sidik jari, gigi, DNA) sulit diterapkan. Dalam kondisi tersebut, rekonstruksi wajah menjadi metode alternatif vital, namun akurasinya sangat bergantung pada data referensi ketebalan jaringan lunak wajah (Facial Soft Tissue Thickness/FSTT) yang spesifik untuk populasi tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis perbedaan FSTT antara laki-laki dan perempuan pada populasi Deuteromalayid guna menyediakan data referensi dasar bagi rekonstruksi wajah forensik. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Agustus hingga September 2020. Sampel terdiri dari 30 pasien (15 laki-laki dan 15 perempuan) ras Deuteromalayid yang menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala untuk keperluan diagnostik. Data FSTT diukur secara digital menggunakan perangkat lunak Dicom Viewer. Hasil: Hasil pengukuran menunjukkan adanya variasi rerata ketebalan jaringan lunak wajah antara kedua kelompok jenis kelamin. Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan secara spesifik pada area hidung dan bibir. Sementara itu, pada titik-titik pengukuran area wajah lainnya, meskipun terdapat perbedaan nilai rerata, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Simpulan: Terdapat dimorfisme seksual pada ketebalan jaringan lunak wajah populasi Deuteromalayid, terutama pada regio mid-face (hidung dan bibir). Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan data spesifik jenis kelamin dalam proses rekonstruksi wajah untuk meningkatkan akurasi identifikasi. Kata kunci: Facial Soft Tissue Thickness (FSTT); Deuteromalayid; rekonstruksi wajah; identifikasi forensik; MRI kepala.
Hubungan Gangguan Psikiatri dengan Kasus Bunuh Diri dan Implikasi dalam Investigasi Kedokteran Forensik: Sebuah Tinjauan Pustaka Fitrianti, Mia Yulia; Ula, Ma’rifatul; Sarifah, Mustika Chasanatussy; Fachir, Said Nur Ikhsan
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri merupakan tindakan agresif yang disengaja untuk mengakhiri hidup dan menjadi masalah kesehatan global serius dengan estimasi mortalitas mencapai 800.000 kasus per tahun menurut WHO. Lebih dari 90% kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri dilaporkan memiliki kaitan erat dengan gangguan psikiatri sebagai faktor etiologi utama. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gangguan psikiatri dengan insidensi bunuh diri serta implikasinya terhadap pemeriksaan medis. Penulisan dilakukan melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, Mendeley, Science Direct, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020 hingga 2023. Dari hasil seleksi, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil tinjauan mengonfirmasi adanya korelasi yang signifikan dimana gangguan psikiatri merupakan faktor risiko dominan dalam kasus bunuh diri. Oleh karena itu, dalam konteks investigasi forensik, autopsi psikologis dan pendalaman riwayat gejala psikiatri ante-mortem pada korban menjadi prosedur krusial untuk menegakkan diagnosis medikolegal. Kata kunci: bunuh diri; gangguan psikiatri; kedokteran forensik; faktor risiko; autopsi psikologis.