Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Lampung, dengan jenis yang umum dibudidayakan yaitu Robusta (Coffea canephora) dan Liberika (Coffea liberica). Kopi Robusta dikenal memiliki body kuat dan kandungan kafein tinggi, sedangkan kopi Liberika memiliki karakter rasa khas seperti nangka dengan kandungan kafein lebih rendah. Pencampuran kedua jenis kopi tersebut berpotensi meningkatkan penerimaan sensori serta memperkaya karakteristik kimia minuman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio pencampuran kopi Robusta dan Liberika terhadap tingkat kesukaan, karakteristik kimia, dan kadar senyawa bioaktif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima rasio pencampuran Robusta: Liberika, yaitu 100:0; 70:30; 50:50; 30:70; dan 0:100. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran kopi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap parameter organoleptik (aroma, rasa, aftertaste, body, dan overall acceptance). Kontrol Robusta memperoleh peringkat kesukaan tertinggi, sedangkan kontrol Liberika memperoleh peringkat terendah. Pencampuran juga berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap total asam tertitrasi, kadar kafein, dan aktivitas antioksidan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pH (p > 0,05).
Copyrights © 2026