Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang optimalisasi teknologi informasi (IT) pada pengelolaan arsip laporan masyarakat terdampak pasca bencana di Sumatera secara operasional di Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia. Beberapa tantangan utama termasuk risiko arsip fisik dan digital terhadap bencana, fragmentasi kebijakan penanganan arsip darurat, keterbatasan kapasitas teknis, kurangnya koordinasi antar lembaga yang mencegah korban merebut kembali hak administratif mereka. Penelitian multi-fase yang dilakukan melalui analisis kebijakan dan dokumen, studi kasus bencana di Sumatera, dan wawancara semi-terstruktur dengan anggota Ombudsman dan arsiparis. Hasil menunjukkan bahwa meskipun beberapa kemajuan dalam implementasi digital telah tercapai, ada kesenjangan dalam implementasi, protokol metadata darurat yang lemah dan kurangnya sistem cloud hybrid, Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulihan yang terstandarisasi, dan pengembangan kapasitas untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Artikel ini mengembangkan model operasional responsif dan langkah-langkah kebijakan untuk meningkatkan ketahanan repositori laporan masyarakat pasca bencana.
Copyrights © 2026