Penelitian ini menganalisis pengaruh knowledge sharing dan collaboration technology terhadap workforce agility pada perusahaan manufaktur di wilayah Jabodetabek. Di tengah tekanan Industri 4.0, kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan operasional menjadi prioritas krusial bagi organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS, data dikumpulkan dari tenaga kerja di wilayah Jabodetabek. Evaluasi model struktural menunjukkan kekuatan prediksi yang baik dengan nilai R-Square sebesar 0,623 dan Q2 sebesar 0,448. Temuan penelitian mengungkapkan realitas yang kontras di antara kedua faktor pendorong tersebut. Collaboration technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap workforce agility (P=0,018), menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan komunikasi real-time sangat penting untuk mempercepat respons di lini produksi. Sebaliknya, knowledge sharing tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap ketangkasan (P=0,314). Hal ini mengindikasikan bahwa pertukaran informasi di sektor ini kemungkinan masih terbatas pada hal teknis rutin dan terhambat oleh Standard Operating Procedure (SOP) yang kaku, sehingga belum mampu memicu adaptabilitas proaktif. Oleh karena itu, manajemen disarankan untuk memprioritaskan investasi pada ekosistem digital kolaboratif guna membangun tenaga kerja yang tangguh dan responsif.
Copyrights © 2025