Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SWOT Analysis Using Matrix and Calculation of IFE and EFE at UMKM Warcaf Titik Singgah Febrianto, Dika; Daspar, Daspar
Review: Journal of Multidisciplinary in Social Sciences Vol. 2 No. 03 (2025): March 2024
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/rjmss.v2i03.948

Abstract

This study aims to look at the business strategy of Warcaf Titik Singgah MSMEs through the SWOT method and the IFE and EFE matrix. The results show that Warcaf is in Quadrant III, which means there is a great opportunity to improve its internal weaknesses. In addition to fixing operations and human resource issues, the suggested strategy is to optimize opportunities such as campus collaboration, menu innovation, and digital marketing. Warcaf Titik Singgah is expected to increase its competitiveness in the competitive coffee shop industry with this method. This research emphasizes how important it is to apply strategic management if we want community-based MSMEs to survive and thrive.
Determinasi Workforce Agility di Industri Manufaktur Jabodetabek: Peran Knowledge Sharing dan Collaboration Technology Febrianto, Dika; Suwandi, Suwandi
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 4 No 01 (2025): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v4i01.1166

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh knowledge sharing dan collaboration technology terhadap workforce agility pada perusahaan manufaktur di wilayah Jabodetabek. Di tengah tekanan Industri 4.0, kemampuan karyawan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan operasional menjadi prioritas krusial bagi organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS, data dikumpulkan dari tenaga kerja di wilayah Jabodetabek. Evaluasi model struktural menunjukkan kekuatan prediksi yang baik dengan nilai R-Square sebesar 0,623 dan Q2 sebesar 0,448. Temuan penelitian mengungkapkan realitas yang kontras di antara kedua faktor pendorong tersebut. Collaboration technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap workforce agility (P=0,018), menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan komunikasi real-time sangat penting untuk mempercepat respons di lini produksi. Sebaliknya, knowledge sharing tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung terhadap ketangkasan (P=0,314). Hal ini mengindikasikan bahwa pertukaran informasi di sektor ini kemungkinan masih terbatas pada hal teknis rutin dan terhambat oleh Standard Operating Procedure (SOP) yang kaku, sehingga belum mampu memicu adaptabilitas proaktif. Oleh karena itu, manajemen disarankan untuk memprioritaskan investasi pada ekosistem digital kolaboratif guna membangun tenaga kerja yang tangguh dan responsif.