Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam berbagai faktor yang membuat praktik penyusunan anggaran pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Thriftingaja masih rendah. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana pelaku UMKM mengelola keuangan dan sejauh mana mereka memahami peran anggaran dalam kegiatan operasional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyusunan anggaran belum berjalan optimal karena pencatatan keuangan masih sederhana, kemampuan sumber daya manusia terbatas, serta rendahnya pemahaman pelaku usaha mengenai prinsip dasar akuntansi dan pentingnya perencanaan keuangan. Selain itu, anggaran belum dianggap sebagai alat strategis untuk mendukung pengambilan keputusan, sehingga banyak keputusan bisnis yang dibuat berdasarkan perkiraan atau intuisi semata. Situasi ini berpengaruh pada kurang efektifnya perencanaan biaya, pengendalian arus kas, dan penilaian kinerja usaha. Karena itu, diperlukan pelatihan, pendampingan, dan penggunaan alat bantu yang mudah dipahami agar pelaku UMKM dapat menyusun anggaran secara lebih terstruktur dan konsisten, sehingga mampu meningkatkan tata kelola keuangan dan memperkuat keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025