Pertumbuhan pesat di daerah perkotaan menghadirkan sejumlah masalah lingkungan, termasuk polusi, berkurangnya area terbuka hijau, dan ketidakaturan dalam penggunaan lahan. Maka dari itu, penting untuk menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan menjaga lingkungan guna menciptakan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di area perkotaan serta mengenali hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Metode yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan cara meneliti berbagai sumber ilmiah yang relevan. Temuan kajian menunjukkan masih ada inkonsistensi dalam pelaksanaan RTRW dan RDTR, ketidakmerataan distribusi serta fungsi ruang terbuka hijau, serta kurangnya efisiensi integrasi transportasi dengan penggunaan lahan. Selain itu, efektivitas kebijakan ruang sangat dipengaruhi oleh kekuatan alat kontrol, koordinasi antara pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan regulasi, pengembangan kapasitas institusi, digitalisasi sistem perizinan berbasis tata ruang, dan kerjasama antara berbagai pihak untuk mencapai pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan
Copyrights © 2026